Senin, 16 Februari 2015

Tips Diet Gula Darah

Tips diet diabetes: Mengkonsumsi makanan berserat tinggi, karbohidrat kompleks

Karbohidrat meberikan pengaruh besar terhadap kadar gula dalam darah. Bukan berarti penderita diabetes harus menghindari karbohidrat sama sekali, melainkan cermat dalam memilih jenis karbohidrat yang dikonsumsi.
Secara umum, dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan berserat tinggi, karena akan lebih lambat diuraikan oleh pencernaan sehingga membantu menjaga level gula darah. Selain itu, karbohidrat kompleks akan memberikan energi lebih bagi tubuh dan membuat kita merasa kenyang lebih lama.
Batasi konsumsi nasi putih, pasta, soda, alkohol, makanan yang mengandung pemanis atau gula berlebih, dan juga sebagian besar makanan ringan (snack). Sebaliknya, akan lebih baik jika penderita diabetes mengkonsumsi nasi merah, gandum (ceral dan roti gandum murni), dan juga cereal yang mengandung serat dan nutrisi tinggi.
Di samping asupan karbohidrat, perbanyak juga konsumsi sayur dan buah-buahan segar. Sayuran memberikan nutrisi yang penting, misalnya saja brokoli dan bayam, yang memang disarankan untuk penderita diabetes. Begitu pula dengan buah-buahan seperti apel, pir, persik, dan buah beri, baik itu dikonsumsi secara langsung, atau dibuat jus segar murni (tanpa gula).

Tips diet diabetes: Cermat dengan yang ‘manis’

Pola makan untuk diabetes tidak berarti menghindari gula sama sekali. Penderita diabetes tetap dapat mengkonsumsi makanan favoritnya yang manis-manis, termasuk saat dijadikan sebagai hidangan penutup saat makan bersama keluarga. Kuncinya adalah: makan secukupnya dan tidak berlebihan.
Tips untuk tetap mengkonsumsi makanan yang manis (dengan cermat) adalah dengan mengkonsumsinya saat jam makan (sebagai penutup), dan tidak dikonsumsi sebagai snack di luar jam makan. Pertimbangkan untuk mengurangi porsi hidangan utama jika ingin mengkonsumsi makanan manis setelahnya, karena makanan yang manis akan memberikan tambahan karbohidrat.
Selain itu, kurangi minuman bersoda dan hindari alkohol.

Tips diet diabetes: Memilih konsumsi lemak dengan bijak

Lemak bisa bermanfaat untuk diet, namun juga bisa berbahaya. Beberapa jenis lemak tidak menyehatkan bagi tubuh, dan beberapa jenis lainnya memberikan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Penderita diabetes memiliki resiko mengalami penyakit jantung, oleh karena itu bijaklah dalam memilih lemak yang dikonsumsi.
Mengenal jenis-jenis lemak yang sehat dan tidak sehat akan sangat baik untuk penderita diabetes dan keluarga.
  • Lemak yang baik
    Lemak yang terbaik adalah lemak tak jenuh, yang banyak ditemukan pada tumbuhan dan ikan. Sumber utama yang populer adalah minya olive, kacang-kacangan, kedelai dan susu kedelai, dan juga alpukat. Selain itu, disarankan untuk mengkonsumsi omega-3 (asam lemak omega-3) yang sangat baik bagi metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan otak dan jantung. Sumber omega-3 yang tinggi dapat ditemukan pada ikan salmo, ikan tuna dan juga biji bunga matahari.
  • Lemak yang tidak-baik
    Kebalikan dari yang di atas, lemak yang tidak disarankan dalam diet sehat, terlebih bagi penderita diabetes, adalah lemak jenuh (saturated fats). Lemak ini ditemukan pada daging merah/mentah, telur, keju, mentega, susu kemasan, es krim dan juga pada banyak makanan ringan (snack).
Lemak jenuh bukannya tidak sehat sama sekali, karena jenis-jenis makanan yang mengandung lemak jenuh diatas juga memberikan nutrisi dan vitamin yang penting bagi tubuh. Hanya saja, bagi penderita diabetes, jenis lemak jenuh akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, serta meningkatkan resiko penyakit jantung. Oleh karena itu lebih baik jika memberikan batasan yang bijak terhadap jenis lemak tertentu agar membantu dalam mengontrol diabetes dan level gula darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar